Epoxy lantai adalah lapisan pelindung yang diterapkan pada permukaan lantai untuk meningkatkan daya tahan, estetika, dan kemudahan perawatan. Namun, karena beberapa hal, hasil aplikasi epoxy lantai tidak sesuai dengan yang diharapkan akhirnya mempengaruhi kinerjanya. Artikel ini akan membahas beberapa hal yang menyebabkan kegagalan pada pengaplikasian Epoxy lantai.
1. tekanan air bawah tanah
Pada beberapa lantai yang langsung bersentuhan dengan tanah (biasanya terletak di lantai paling bawah dari sebuah bangunan / basement) seringkali terjadi rembesan air dalam tanah naik ke permukaan lantai mengikuti gaya kapilaritas. Bisa juga karena umur lantai yang belum 28 hari sehingga lantai belum benar-benar kering sempurna. Sementara lapisan epoxy lantai biasanya tidak berpori sebagai tempat keluarnya air tersebut. Akibatnya akan timbul blistering atau bisa delaminas, ditandai dengan timbul gelembung yang berisi air selanjutnya disertai pengelupasan lapisan epoxy.

Identifikasi: Sebelum aplikasi dicek dulu kelembaban lantai dengan cara lantai ditutup plastik dengan pingir-pinggirnya diplester dan dibiarkan selama 2 hari. Jika setelah 2 hari warna lantai yang etrtutu plastik lebih gelap maka lantai tidak layak dilakukan pelapisan epoxy.
Solusi:
- Membuat lantai dengan dilengkapi membran di bawahnya
- Menunggu umur lantai 28 hari dari pembuatan agar sisa-sisa air pada pembuatan lantai benar-benar kering
- Jika lantai sudah terlanjur jadi, maka bisa menggunakan epoxy yang berpori namun masih jarang produk ini diproduksi atau tetap menggunakan produk yang ada di pasaran namun dengan membuat beberapa bagian dibiarkan tidak tertutup epoxy sebagai tempat lantai bernafas (tempat keluarnya air dari tanah)
2. body lantai yang kurang kuat dan permukaan lantai yang kurang keras
Pada epoxy lantai kualitas body lantai sangat mentukan. Sebagus apapun kualitas epoxy namun lantai yang diepoxy tidak kuat dan keras maka yang akan mengelupas body lantainya itu sendiri. Oleh karena itu kualitas standart sebagai syarat sebuah lantai bisa diepoxy adalah minimum k-250, hardness shore min 70.

Identifikasi: dilakukan pengujian menggunakan hammer test dan shore D
Solusi:
- perbaikan lantai dengan kualitas campuran beton yang lebih baik.
- Lantai diaci atau discreed 1-2 mm
3. Pembersihan yang kurang sempurna
Umumnya produk epoxy lantai tidak bisa menempel sempurna jika masih terdapat kotoran di permukaan lantai yang akan diepoxy. Oleh karena itu sebelum aplikasi dilakukan baiknya lantai dibersihkan dahulu dari debu menggunakan vacum cleaner dan dipel menggunakan thinner agar oli atau lemak hilang dari permukaan lantai.

4. cara aplikasi yang tidak tepat
Ada beberapa cara aplikasi tidak tepat yang mengakibat kegagalan aplikasi. Namun kesalahan aplikasi yang paling banyak adalah:
- Kurang tepatnya perbandingan A dan B, mengakibatkan kualitas lapisan epoxy di lantai yang kurang sempurna
- Kurang sempurna penyampuran, mengakibatkan kekerasan pada lapisan epoxy yang tidak merata.
- Pengadukan produk epoxy lantai yang terlalu banyak, mengakibatkan epoxy sudah melewati working time sehingga susah diaplikasikan
Solusi:
- Ikuti aturan pakai yang direkomendasikan oleh produsen epoxy lantai yang biasanya tertera di kemasan
- Pastikan komponen A dan B tercampur sempurna ditandai dengan warna yang homogen
- Takar kira-kira jumlah aplikator dengan kecepatan aplikasi, pastikan epoxy yang sudah tercampur segera teraplikasi sebelum 10 menit setelah pengadukan
5. Pemilihan produk yang tidak tepat penggunaannya
Setiap produk epoxy lantai didesain berbeda penggunaannya sesuai fungsi dan beban kerja lantai yang akan dilapisi. Pastikan anda menggunakan produk yang tepat sesuai penggunaan lantai, konsultasikan pada produsen produk epoxy lantai untuk memilih produk yang tepat.
6. kulitas produk epoxy yang buruk
Seperti dibahas dalam artikel sebelumnya, banyak sekali faktor yang menentukan kualitas sebuah produk epoxy lantai. (untuk artikel mengenai hal ini dapat di klik di sini) Kita jangan hanya memburu barang yang murah sehingga mengorbankan kualitas akhir. Hal ini akan mengakibatkan biaya tambahan untuk memperbaiki atau bisa lebih parahnya melakukuan epoxy ulang secara total.
7. lingkungan aplikasi yang tidak mendukung
Pada epoxy lantai, suhu ruang dan kelembaban sangat berpengaruh pada hasil akhir. Suhu ruanng yang terlalu rendah akan menghambat reaksi kimia pada epoxy sehingga epoxy tidak kering sempurna. Begitu juga dengan udara yang terlalu lembab, uap air akan ikut bereaksi sehingga hasil akhir tidak memuaskan.

Solusi: dilakukan pengukuran kelembaban dan suhu udara sebelum epoxy dilakukan.