Mengapa lantai Rumah Sakit tidak boleh ada nat dan sudut ?

Dalam PERMENKES NOMOR 40 TAHUN 2022 tentang Persyaratan Teknis Bangunan, Prasarana, Dan Peralatan Kesehatan Rumah Sakit disyaratkan pertemuan lantai dan dinding harus melengkung. Lalu mengapa harus seperti itu dan kadang sampai rumah sakit menghindari adanya nat pada lantainya?

Fungsi rumah sakit atau layanan kesehatan lainnya adalah merawat orang dengan kondisi kesehatan yang terganggu bisa disebabkan virus, bakteri atau yang lainnya, sehingga lingkungan perawatan harus mudah dibersihkan agar mikro organisme dari pasien maupun yang datang dari luar tidak terakumulasi di lingkungan perawatan sehingga memperlama sembuhnya pasien. Nah.. jika terdapat nat di lantai atau sudut di pertemuan lantai dengan dinding proses pembersihan lebih sulit dilaksanakan karena mikro organisme akan masuk ke dalam nat atau sudut.

Lantai rumah sakit tanpa nat dan sudut

Beberapa rumah sakit memakai lembaran vinyl/pvc yang di tempelkan di lantai  agar lantai tidak ada nat. Namun menurut beberapa sumber mengatakan bahwa produksi lembaran tersebut menggunakan plastisizer/pelentur dari golongan phtalate. Lambat laun seiring waktu lembaran vinyl/pvc kelenturanya menurun karena terlepasnya senyawa plastisizer. Dan sebagai akibatnya lembaran tersebut menjadi lebih keras. Pada jurnal yang dipublikasikan oleh National institutes of health tahun 2021, senyawa phtalates tidak baik untuk kesehatan jika uap nya terhirup saat pernafasan.

Saat ini sudah banyak Rumah sakit yang beralih ke  epoxy flooring dalam membentuk lantai tanpa nat dan sudut yang curving/melengkung pada pertemuan antar dinding dan lantai. Permukaan epoxy flooring lebih halus namun tidak licin, tahan bahan kimia dan mudah dibersihkan. Banyak aplikator  Epoxy flooring diantaranya adalah topfloorion.com

Top Floorion akan memilihkan bahan yang sudah teruji kualitasnya serta menggunakan alat applikasi yang tepat guna membentuk lantai yang sesuai kebutuhan.